Powered By Blogger

Senin, 30 Maret 2015

Upaya dan Ragam Manusia

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya. Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang maka dia akan berteriak: "Celakalah aku." Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya." (QS. 84: 6-15)

Digambarkan oleh Allah dalam ayat tersebut bahwa siapa orangnya yang telah bekerja dengan kesungguhan untuk menuju Tuhannya maka ia akan menemui-Nya.

Merenungi QS. Al-Insyiqaq

Al-Insyiqaq

Surat ini terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah (surat yang diturunkan di Mekah), diturunkan sesudah surat Al-Infithaarr. Dinamakan Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari kata Insyaqqat yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya:
1) Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada permulaan hari kiamat;
2) Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya;
3) Kelak dalam menemui Tuhannya, manusia ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan;
4) Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

"Apabila langit terbelah. Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh. Dan apabila bumi diratakan. Dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong. Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya) (QS.84:1-5)

Dalam ayat tersebut peristiwa  hari kiamat digambarkan oleh Allah swt. dengan hancurnya alam semesta ini. Yakni dengan terbelahnya langit. Langit tunduk atas apa yang telah dititahkan Allah kepadanya. Demikian juga bumi siap mengikuti apa yang telah diperintahkan kepadanya. Bumi dititahkan untuk menghempaskan semua isinya. Ia kemudian menjadi rata, segala apa yang ada di dalamnya baik itu manusia, binatang, pepohonan, gunung dan lain sebagainya terlempar dan akhirnya menjadi kosong. Pada saat itu menusia akan mengetahui apa yang telah diperbuatnya dan dimintai pertanggungjawabannya.

Minggu, 14 Desember 2014

Kami Sekarang

Duapuluh empat hari sudah kami singgah di persimpangan.

Jumat, 01 Maret 2013

Senin, 25 Februari 2013

Nur Fauqa Nur

“Nur Fauqa Nur”
Engkau ... laksana mentari yang bersinar terang menyinari bumi
Engkau ... laksana rembulan yang terangnya menyinari gelapnya malam
Namun ... sinar cahaya yang kau pancarkan melebihi keduanya
Karna,
Jika malam telah tiba, cahaya mentari menjadi sirna
Jika siang telah datang, cahaya rembulan menjadi hilang
Tetapi engkau wahai sang panutan...
Cahayamu laksana pelita sepanjang zaman
Cahayamu di atas cahaya
Nur fauqa nur

‘eL-Abat’

Selasa, 19 Februari 2013

Do'a Gebyar Rabiul Awwal 2013

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Di MAN 21 Jakarta 1434 H/2013 M

Alhamdulillahirabbil ‘Aalamiin
Allahumma Shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa’alaa ‘aalihi wa shahbihii ajma’iin

Yaa Allaah yaa Qaadhil Haajah...
Saat ini kami ulurkan tangan kehambaan kami yang penuh dengan noda dan dosa
serta kami menadahkan tangan dengan penuh penghibaan  dan pengharapan kepada-Mu..  
ya Allah yang Maha Agung  ya Allah Yang Maha Bijaksana...
Sungguh kami telah berlumuran dosa, maka ampunilah kami ampuni pula ibu bapak kami, anak keturunan kami, para guru, para pemimpin dan anak didik kami serta kaum muslimin dan muslimat umat Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah perbaikilah akhlak kami dan akhlak anak-anak didik kami,
Hiasilah diri kami dengan akhlak-akhlak yang baik dan terpuji
Hindarilah dari sifat-sifat yang keji, dari sifat-sifat lalai yang merugikan
bimbinglah kami ke jalan kebenaran

 Ya Munzilur Rahmah Wa ya Fatihul Barakah...
Jadikanlah kami orang-orang yang mendengar kebaikakan lantas bersegera melakukan
Jadikanlah kami orang yang mendengar dan mengetahui keburukan lantas bersegera menghindarkan dari keburukan

Ya Allah, sungguh kami lemah dalam sendirian
maka kuatkanlah kami dengan islam dalam amal jama’ah, kebersamaaan.
Sesungguhnya kesabaran kami tak berdaya,
maka kurniakanlah kami nikmat kesabaran sebagaimana sabarnya nabi-nabi ulul`azmi.

Sesungguhnya kami amat cenderung untuk mengutamakan diri kami,
maka didiklah hati kami ini ya Allah untuk mengutamakan keperluan saudara-saudara seagama kami sebagaimana kekasihMu rasul tercinta Muhammad yang telah menjadi teladan langsung yang telah mendidik para sahabat dan pengikutnya.

Ya Allah...
Sesungguhnya hati kami juga sentiasa berbolak balik dan bercerai berai,maka satukanlah hati-hati kami dan berikanlan kami ruang dan masa untuk bantu membantu dalam menegakkan amal makruf dan nahi mungkar

Rabbanaa dzallamnaa anfusana waillam taghfirlana watarhamnaa lanaa kuunanna minadzolimiin
Rabbanaa Aatinaa fiddun-yaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannar


Jumat, 08 Februari 2013

Olah Rasa

Untuk menggapai sebuah cita-cita, memang tidak semudah angan-angan yang terlintas di benak kita.
Tenaga dan pikiran harus terus dipacu dan diberdayakan.
Lebih-lebih soal hati... agar terus diasah... 
"Olah raga, olah pikir, dan olah rasa..." menjadi penting bagi diri ini kiranya