·Sebelum
menguasai Andalusia, Kaum muslim lebih dahulu manaklukkan kawasan Afrika Utara
yang kemudian menjadi salah satu propinsi Dinasti Umayyah. Termasuk daerah
Aljazair dan Maroko juga berhasil ditundukkan. Sebelumnya daerah-daerah tesebut
dikuasai oleh kerajaan Visigoth. Setelah direbut kaum muslimin, kekuasaan
Visigoth hanya mencakup Andalusia.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal soleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan
merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinah/98:7-8)
Artinya: “Sesungguhnya kematian yang
kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian
kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang
nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah/62:8)
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh
anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada
mereka dan juga kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”
(QS. Al-An’am/6:151)
Artinya: “Katakanlah sekali-kali tidak
akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah
pelindung kami dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus
bertawakkal.” (QS. At-Taubah/9:51)
Ingatlah bahwa segala yang ada di bumi itu akan
binasa.
Pada hari efektif setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis siswa-siswi MAN 21 harus mengkuti kegiatan HATQA (Duha & Tahsin Al-Qur’an). Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk: 1) Memperkokoh keimanan kepada Allah SWT; 2) Pembelajaran dan pembiasaan menunaikan shalat dhuha dalam
kehidupan sehari-hari; 3) Pembelajaran dan pembiasaan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan
sehari-hari; 4) Membaca Al-Qur’an dengan lancar
dan tartil; 5) Memupuk ukhwah Islamiyah; 6) Membangun budaya saling ingat
mengingatkan dalam hal kebenaran
Siang Rabu, 19 Juli 2012, sekitar pukul 13.00 WIB keluarga besar MAN 21
menyelenggarakan acara ‘Tarhib Ramadhan’. Acara tarhib mengawali kegiatan Tabarak
1433 H (Tafakkur dan Muhasabah Kita), yangmerupakan kegiatan rutin
tahunan MAN 21 Jakarta.
Diadakannya tarhib tersebut dalam rangka menyambut datangnya tamu
Agung, bulan suci Ramadhan 1433 H. Di samping sebagai ajang silaturrahmi antar
keluarga besar MAN 21, kegiatan ini juga ditujukan sebagai sarana untuk
mengingatkan para siswa, guru, karyawan, OB, satpam dan seluruh keluarga besar
MAN 21 dalam mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah itu.
Sebagai pemberi tausiyah adalah ustadz Abdul Choir, S.Pd. yang juga
salah satu pengajar di MAN 21 Jakarta. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan
bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda "Seandainya umatku mengetahui
(semua keistimewaan) yang dikandung Ramadhan, niscaya mereka mengharap seluruh
bulan menjadi Ramadhan,". Untuk itu para hadirin diminta memaksimalkan
waktu dalam mengisi bulan suci ramadhan 1433 H ini dengan kegiatan-kegiatan
yang bermakna dan penuh semangat,
seperti membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal ibadah.
Acara tarhib yang diadakan di teras madrasah itu diakhiri dengan acara
mushafahah (bersalam-salaman), saling bermaaf-maafan satu sama lain antara
guru, karyawan, siswa dan seluruh keluarga besar MAN 21 Jakarta. Lantunan
shalawat nabi yang di bawakan oleh salah satu siswa kelas XII menambah hidmat
dan suasana haru bersamaan berlangsungnya acara tersebut. Semoga atas segala
kekeliruan dan kekhilafan yang ada, baik sengaja maupun tidak, mohon segera dimaafkan.
Amiin.
Kemudian selama dua minggu pertama, sebelum KBM berlangsung siswa-siswi
diharuskan mengikuti kegiatan shalat dhuha dan tadarrus bersama. Kegiatan ini
ditujukan agar siswa-siswi membiasakan diri gemar menunaikan shalat duha dan
membaca Al-Qur’an dalam keseharian mereka. Selanjutnya setelah KBM, mereka diwajibkan
mengikuti shalat Dzuhur berjama’ah dan mendengarkan kultum, yang petugasnya
tidak lain adalah dari siswa-siswi MAN 21 sendiri. Meskipun kegiatan ini
sebenarnya sudah menjadi program rutin harian ROHIS MADU (Kerohanian Islam MAN
21), di bulan ramadhan ini kegiatan tersebut lebih ditekankan lagi sebagai
pembinaan dan pembelajaran siswa, baik secara materi maupun mental spiritual
mereka.
Adapun agenda Tabarak 1433 H MAN 21 berikutnya adalah Pesantren Ramadhan yang
insya Allah akan dilaksanakan pada 8–10 Agustus 2012. Pesantren Ramadhan akan
ditutup dengan kegiatan Santunan Yatim Piatu, Ceramah Agama, dan Buka Bersama yang
akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2012.
Demikian kiranya serangkaian agenda Tabarak 1433 H di Madu dalam
mengisi ramadhan tahun ini. Eh.. lebih sedepnya “Tabarak Madu 1433 H
(Tafakkur dan Muhasabah Kita di MAN 21)” ... begitu saja ya, gimana?
Baiklah kami segenap panitia mohon do’a dan dukungannya kepada Anda
sekalian civitas Academika MAN 21, para Alumni, masyarakat sekitar dan
saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat serta tentunya para
dermawannya. Semoga acaranya berjalan lancar dan sekses, segala amal ibadah
kita diterima dan dilipatgandakan, Jazaakumullah Khairan Katsiiran, Amiin
yaa Allah yaa Mujiiba Saailiin.
Kini istilah tarhib ramadhan di telinga umat
muslim Indonesia sudah tidak asing lagi. Saat menjelang bulan suci ramadhan
tiba, di berbagai tempat kita lihat banyak yang mengadakan acara tarhib
ramadhan. Sebenarnya apa sih ‘tarhib
ramadhan’ itu?
Secara bahasa (etimologi) kata ‘tarhib’
berasal dari kata kerja (fi’il) ‘rahiba—yarhabu—rahaban’ yang
berarti luas dan lebar. Kemudian menjadi kata kerja (fi’il) ‘rahhaba—yurahhibu—tarhȋban’
yang berarti meluaskan, melebarkan atau melapangkan. Ungkapan orang Arab dalam
menyambut tamunya biasanya dengan mengucapkan kata ‘marhaban’. Maksudnya
bahwa ia menyambut tamunya dengan kelapangan dada, keterbukaan
selebar-lebarnya, atau boleh dikata ‘dengan sepenuh hati aku menyambutmu’.
Sedangkan secara istilah (terminologi)
pengertian ‘Tarhib Ramadhan’ berarti menyambut bulan suci ramadhan
dengan sepenuh hati baik secara fisik maupun mental sepiritual, baik lahir maupun
bathin. Marhaban Yȃ Ramadhȃn berarti ‘selamat datang wahai ramadhan tamu
agungku. Aku siap menyambutmu dengan sekuat tenagaku, aku siap menjemputmu dengan
seluruh jiwa dan ragaku.’
Demikian kiranya, sekarang mari kita siapkan diri untuk
segera menyambutnya, Bismillaah.. Laa Haula walaa Quwwata illaa billaahil ‘Aliyyil
‘Adziim.
Anak-anak ku
yang tercinta, hari ini tgl 16 Juli 2012, hari kali pertamanya kalian belajar di
sekolah. Untuk mas Akif sekarang sudah menjadi anggota kelompok bermain atau TK,
sedangkan dede Baha menjadi kelompok bermain PAUD. Syukur alhamdulillah sekolah
kalian berada dalam satu atap. Dan kebetulan tempatnya juga tidak jauh dari rumah
sehingga ibu bisa mengantarkan kalian dengan berjalan kaki.