Senin, 30 April 2012

DAKWAH RASULULLAH SAW. DALAM MEMBINA UMAT


DAKWAH RASULULLAH SAW. 

DALAM MEMBINA UMAT


DAKWAH DI MAKKAH

A.     Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Makkah

l  Dalam bidang Agama, Bangsa Arab menyimpang dari ajaran agama Tauhid. Mereka ada yang memeluk agama Watsani (penyembah berhala), Yahudi, Nasrani, selain itu ada juga yang menyembah malaikat, bintang seperti yang dilakukan kaum Sabi’in, matahari, bulan, dan jin yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di luar Mekah.
l  Dalam bidang sosial-politik;
-          Ada dua bentuk sistem politik di dunia Arab; 1) kedaulatan politik diperintah oleh raja, seperti Kerajaan Yaman; 2) Tatanan politik kabilah yang menempatkan kepala masing-masing sebagai pemimpin.
-          Fanatisme golongan (kabilah), bila terjadi peperangan antar kabilah, yang kalah akan dijadikan budak oleh kabilah yang menang.
-          Merendahkan kedudukan perempuan
-          Kebiasaan buruk seperti berjudi, mabuk-mabukkan, berzina, mencuri, merampok dan membunuh bukan merupakan perbuatan yang salah.
l  Dalam bidang ekonomi, masyarakat Mekah menggantungkan kehidupan ekonominya pada perdagangan.

B.     Sejarah dakwah Rasulullah pada Periode Makkah
1.      Dakwah secara diam-diam (sembunyi-sembunyi)
Dakwah ini dilakukan setelah beliau menerima wahyu QS. Al-Mudatstsir/75: 1-6). Nabi berdakwah kepada keluarga terdekat dan teman-teman yang beliau yakini menerima dakwah beliau.

2.      Dakwah di kalangan keluarga
Setelah turun firman Allah swt QS. Asy-Syu’arā/26: 214 beliau mengumpulkan keluarga beliau dan mengajak mereka untuk bertauhid kepada Allah swt dan meyakini bahwa beliau Rasul Allah. Di antara mereka ada yang masuk Islam, sebagian menolak dengan kasar, ada pula yang menolak dengan lembut. Yang paling kasar penolakannya adalah paman beliau sendiri yang bernama Abu Lahab.

3.      Dakwah secara terang-terangan
Dakwah ini dilakukan setelah beliau menerima perintah Allah dalam QS. Al-Hijr/15:94. Beliau berdakwah dengan menyeru di bukit Shafā.
Pada periode ini tokoh besar bangsa Quraisy telah masuk Islam, yaitu Hamzah, paman beliau dan Umar bin Khattab ra.

4.      Dakwah kepada berbagai suku di sekitar Makkah
Sejak tahun kesepuluh dari kenabian, beliau berdakwah ke berbagai suku di sekitar Makkah. Di antara mereka yang bersedia masuk Islam terdapat beberapa orang Anshar di Madinah, pada mulanya jumlah mereka 6 orang, kemudian bertambah 12 orang dan disusul kemudian oleh 73 orang laki-laki dan 2  orang perempuan. Mereka inilah yang meminta Rasulullah dan para sahabatnya untuk berhijrah ke Madinah.

C.     Substansi dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah
·         Ajakan Tauhīd  (QS.Al-Ikhlāsh/112:1-4)
·         Kepercayaan terhadap kerasulan Muhammad saw.
·         Akhirat serta pembalasan (QS. Al-Qāri’ah/101:1-11)
·         Kesucian jiwa, Akhlāqul Karīmah (QS.Nūĥ/68:4)
·         Persamaan hak manusia
·         Persatuan, menggalang persatuan sesama mukmin dan bersikap tegas terhadap orang kafir (QS. Al-Fatĥ/48:29)
·         Persaudaraan, menebarkan kasih sayang dan menghindari peperangan
·         Melebur kepentingan pribadi ke dalam kepentingan umum

D.    Strategi Dakwah Rasulullah SAW pada periode Makkah (QS.An-Naĥl/16:125)
·         Sembunyi-sembunyi /rahasia
·         Terang-terangan
·         Keteladanan
·         Ĥikmah
·         Mau’idhah Ĥasanah
·         Mujādalah
·         Tabsyīr dan Tandzīr
·         Targhīb dan Tarhīb
·         Al-Wa’du dan Al-Wa’īd

E.     Bentuk-bentuk Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw. Di Makkah
·         Keimanan dan Akidah
·         Akhlak
·         Persamaan Hak
·         Terbentuknya masyarakat muslim (ummat)
·         Terbentuknya solideritas di antara mereka

DAKWAH DI MADINAH

A.       Masyarakat yang dihadapi Rasulullah pada periode Madinah

Masyarakat di Madinah ada tiga kelompok masyarakat, yaitu:
1.       Kaum muslimin yang setia kepada Nabi saw. Yang meliputi 2 kelompok, yaitu: 1) Anshar (penduduk asli Madinah, yang terdiri dari dua suku Aus dan Khajraj; 2) Muhajirin (kaum muslimin yang hijrah ke Madinah);
2.      Kelompok musyrik, yang kebanyakan tidak membenci Islam dan banyak yang akhirnya berpaling ke Islam.
3.      Kelompok Yahudi (komunitas pertama yang menetap di Yatsrib sejak abad pertama Masehi) yang telah berbaur dengan orang Arab, namun tetap fanatik dengan ajarannya (yang kebanyakan berbau magis dan pagan)

B.       Sejarah dakwah Rasulullah pada periode Madinah
Tahapan dakwah Rasulullah saw periode Madinah setidaknya ada 3 tahapan, yaitu:
  1. Masa Rintangan (dimulai dari awal tahun Hijriyah hingga disepakatinya perjanjian Hudaibiyah, tahun 6 H)
  2. Masa Perdamaian, dengan para pemimpin paganisme (hingga Fathu Makkah pada bulan Ramadhan 8 H)
  3. Masa Kemenangan, masa disaat manusia berbondong-bondong masuk Islam (hingga wafatnya Nabi saw.)

C.       Substansi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah
·         Mendirikan pemerintahan & masyarakat Islam
·         Menerapkan hukum-hukum Islam sec. Kāffah
·         Menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia
·         Konsolidasi & pengembangan daulah Islam

D.      Strategi dakwah dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah
·         Dakwah dengan Mendirikan Masjid
·         Dakwah dengan membangun pola persaudaraan.
·         Dakwah dengan Perjanjian & Bai’at
-            Perjanjian antar Kaum Muhajirin dan Anshar
-            Perjanjian dengan kaum Yahudi dan Nashrani
-            Perjanjian Hudaibiyah
·         Dakwah dengan Peperangan
·         Dakwah dengan Korespondensi & Utusan dgn Raja-raja
·         Dakwah dengan Penerapan Sendi-sendi Hukum Islam dari segi Politik, Ekonomi dan social kemasyarakatan
·         Dakwah dengan Akhlāqul Karimah dalam Kehidupan Sehari-hari.

E.       Bentuk-bentuk Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw. Di Madinah
·       pranata sosial ekonomi
·       pranata politik dan pemerintahan
·       pranata militer

F.       Rahasia Keberhasilan Dakwah Rasulullah saw.
1.      Adanya konsistensi Nabi saw dengan kode etik dakwah
2.      Adanya keteladanan (uswah, qudwah) yang beliau berikan kepada para sahabat.

G.      Konsistensi dengan Kode Etik Dakwah
1.      Tidak memisahkan antara ucapan dan perbuatan (QS. Al-Baqarah/2:44, Ash-Shaff/:2-3)
2.      Tidak mencerca sesembahan lawan (non muslim) (QS. Al-An’Ām/3:108)
3.      Tidak melakukan kompromi dalam masalah agama (QS. Al-Kāfirūn:1-6)
4.      Tidak memungut imbalan (QS. Sabā:47, Asy-Syu’arā’:109, 127, 145, 164, 180; dan surat Hūd:29 dan 51)
5.      Tidak melakukan diskriminasi sosial (QS. ‘Abasa:1-2; Al-An’ām:52 dan Al-Kahf:28)
6.      Tidak mengawani pelaku maksiat (QS. Al-Maidah:78-79)
7.      Tidak menyampaikan ha-hal yang tidak diketahui (QS. Al-Isrā’:36)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar